17 Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Para Ahli (Terlengkap 2024)
Pendahuluan: Membedah Konsep Kunci Keberhasilan Mengajar
Pernahkah Anda sebagai pendidik merasa sebuah materi pelajaran seharusnya menarik, namun siswa tampak tidak bersemangat? Atau mungkin Anda seorang mahasiswa yang sedang mencoba memahami mengapa satu dosen bisa membuat mata kuliah yang sulit menjadi sangat mudah dipahami, sementara yang lain tidak? Jawabannya seringkali terletak pada sebuah konsep fundamental: strategi pembelajaran.
Secara sederhana, strategi pembelajaran adalah perencanaan tingkat tinggi yang berisi rangkaian kegiatan, metode, dan pemanfaatan sumber daya yang dirancang secara sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Ini bukan sekadar tentang "apa" yang diajarkan, melainkan "bagaimana" cara terbaik untuk menyampaikannya agar proses belajar mengajar menjadi efektif, efisien, dan menarik.
Memahami berbagai pengertian strategi pembelajaran menurut para ahli bukan hanya sekadar hafalan teoritis. Ini adalah fondasi bagi para guru, dosen, dan calon pendidik untuk membangun "peta jalan" pengajaran yang kokoh. Dengan pemahaman yang mendalam, seorang pendidik dapat memilih dan merancang pendekatan yang paling sesuai dengan karakteristik materi, peserta didik, dan lingkungan belajar.
Dalam panduan lengkap ini, kita akan mengupas tuntas definisi strategi pembelajaran dari 17 ahli terkemuka, melihat benang merah dari setiap definisi, membedakannya dengan konsep lain seperti pendekatan dan metode, hingga membahas contoh-contoh praktisnya. Mari kita mulai.
Daftar Isi
- Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Para Ahli
- Menurut Wina Sanjaya (2008)
- Menurut Kemp (1995)
- Menurut Dick and Carey (1996)
- Menurut Gerlach and Ely (1980)
- Menurut Rowntree (1982)
- Menurut David Merrill
- Menurut Hilda Taba (1962)
- Menurut Suparman (1997)
- Menurut J. R. David
- Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2002)
- Menurut Kozma
- Menurut Gulo (2002)
- Menurut Hamzah B. Uno (2007)
- Menurut Abin Syamsuddin Makmun (2003)
- Menurut Muhaimin
- Menurut Toeti Soekamto
- Menurut Yusufhadi Miarso
- Tabel Sintesis: Benang Merah Definisi Strategi Pembelajaran
- Perbedaan Mendasar: Strategi, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran
- Macam-Macam Strategi Pembelajaran Populer
- FAQ (Frequently Asked Questions)
- Kesimpulan
- Daftar Pustaka
Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Para Ahli
Untuk memahami konsep ini secara mendalam, mari kita telaah definisi yang dikemukakan oleh para pakar di bidang pendidikan dan teknologi pembelajaran. Setiap ahli memberikan penekanan yang unik, yang jika digabungkan akan memberikan kita gambaran yang utuh.
Menurut Wina Sanjaya (2008)
"Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien."
Poin Kunci: Wina Sanjaya menekankan pada aspek perencanaan tindakan (action plan) yang melibatkan dua aktor utama, yaitu guru dan siswa, dengan orientasi pada pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.
Menurut Kemp (1995)
"Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Di dalamnya mencakup urutan kegiatan, metode pembelajaran, dan media yang digunakan."
Poin Kunci: Kemp memperluas definisi dengan menambahkan komponen-komponen spesifik seperti urutan kegiatan (sequence), metode, dan media. Ini menunjukkan bahwa strategi adalah sebuah paket lengkap, bukan hanya satu tindakan tunggal.
Menurut Dick and Carey (1996)
"Strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa."
Poin Kunci: Definisi dari Dick and Carey memiliki nuansa desain instruksional yang sistematis. Penekanannya ada pada kombinasi antara materi (konten) dan prosedur (langkah-langkah) yang terintegrasi untuk menghasilkan output belajar yang terukur.
Menurut Gerlach and Ely (1980)
"Strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa."
Poin Kunci: Gerlach dan Ely menyoroti pentingnya konteks lingkungan pengajaran. Strategi yang efektif di satu lingkungan belum tentu efektif di lingkungan lain. Mereka juga menekankan pada pemberian pengalaman belajar (learning experience) kepada siswa.
Menurut Rowntree (1982)
"Strategi pembelajaran merujuk pada pendekatan secara keseluruhan dalam sebuah sistem pembelajaran, yang berupa kerangka acuan untuk memilih aspek-aspek dan keputusan-keputusan kependidikan."
Poin Kunci: Rowntree melihat strategi sebagai kerangka acuan (framework) yang lebih luas. Ini adalah dasar filosofis yang memandu seorang pendidik dalam membuat berbagai keputusan, mulai dari pemilihan metode hingga media.
Menurut David Merrill
"Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang berbeda untuk mempromosikan hasil belajar yang berbeda."
Poin Kunci: Merrill menekankan pada hubungan sebab-akibat antara strategi yang dipilih dan hasil belajar yang spesifik. Artinya, untuk tujuan belajar yang berbeda (misalnya, menghafal fakta vs. memecahkan masalah), diperlukan strategi yang berbeda pula.
Menurut Hilda Taba (1962)
"Strategi pembelajaran adalah pola dan urutan tingkah laku guru untuk menampung semua variabel yang relevan di dalam sistem belajar mengajar sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan."
Poin Kunci: Hilda Taba, seorang pionir dalam pengembangan kurikulum, melihat strategi dari perspektif perilaku guru. Strategi adalah pola yang terencana dari tindakan guru untuk mengelola seluruh variabel dalam kelas demi tercapainya tujuan.
Menurut Suparman (1997)
"Strategi pembelajaran merupakan gabungan dari beberapa rangkaian kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran siswa, bahan, peralatan, dan waktu yang digunakan untuk proses pembelajaran dalam mencapai tujuan kegiatan pembelajaran yang telah ditentukan."
Poin Kunci: Suparman memberikan definisi yang sangat komprehensif dengan menyoroti aspek pengorganisasian sumber daya, termasuk materi, bahan, peralatan, dan yang terpenting, waktu.
Menurut J. R. David
"Strategi pembelajaran adalah rencana, metode, atau rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu."
Poin Kunci: Definisi dari J. R. David sangat ringkas dan to-the-point. Ia menggarisbawahi tiga elemen esensial: perencanaan, metode, dan rangkaian kegiatan, yang semuanya berorientasi pada pencapaian tujuan.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2002)
"Strategi pembelajaran adalah suatu pola umum perbuatan guru dan murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan."
Poin Kunci: Mirip dengan Wina Sanjaya, mereka menekankan pada pola interaksi antara guru dan murid. Kata "pola umum" menyiratkan bahwa strategi adalah sebuah cetak biru yang dapat diadaptasi, bukan skrip yang kaku.
Menurut Kozma
"Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu."
Poin Kunci: Kozma melihat strategi dari sudut pandang fasilitasi belajar. Apapun tindakan yang dipilih oleh guru, tujuannya adalah untuk "membantu" dan "memfasilitasi" peserta didik dalam perjalanannya mencapai tujuan.
Menurut Gulo (2002)
"Strategi pembelajaran adalah rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu."
Poin Kunci: Gulo secara eksplisit menyebutkan pemanfaatan sumber daya atau kekuatan sebagai bagian dari strategi. Ini bisa berarti memanfaatkan teknologi, lingkungan sekitar, atau bahkan keahlian unik dari peserta didik itu sendiri.
Menurut Hamzah B. Uno (2007)
"Strategi pembelajaran merupakan hal-hal yang perlu dilakukan oleh guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien."
Poin Kunci: Definisi dari Hamzah B. Uno sangat praktis dan berfokus pada tindakan nyata (things to do). Ia menekankan aspek implementatif dari sebuah perencanaan pembelajaran.
Menurut Abin Syamsuddin Makmun (2003)
"Strategi pembelajaran adalah suatu pola umum tindakan guru dan peserta didik dalam manifestasi aktivitas belajar mengajar, untuk mencapai tujuan yang telah digariskan."
Poin Kunci: Konsep "manifestasi aktivitas" yang digunakan Abin Syamsuddin Makmun sangat menarik. Ini berarti strategi adalah cara bagaimana sebuah rencana abstrak diwujudkan menjadi kegiatan belajar mengajar yang konkret dan dapat diamati.
Menurut Muhaimin
"Strategi pembelajaran adalah suatu cara yang sistematis dalam mengkomunikasikan isi pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran."
Poin Kunci: Muhaimin menempatkan komunikasi sebagai inti dari strategi. Bagaimana isi pelajaran "dikemas" dan "disampaikan" secara sistematis adalah esensi dari sebuah strategi pembelajaran.
Menurut Toeti Soekamto
"Strategi pembelajaran adalah sebuah pendekatan umum dalam setting kegiatan belajar mengajar yang didalamnya terjadi proses pemilihan dan penyusunan metode-metode pembelajaran yang paling relevan."
Poin Kunci: Toeti Soekamto menekankan bahwa strategi berada pada level pendekatan umum yang berfungsi sebagai payung untuk pemilihan dan penyusunan metode. Ini menempatkan strategi pada hierarki yang lebih tinggi dari metode.
Menurut Yusufhadi Miarso
"Strategi pembelajaran adalah suatu pendekatan keseluruhan dalam suatu sistem pembelajaran yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk mencapai tujuan umum pembelajaran."
Poin Kunci: Serupa dengan Rowntree, Yusufhadi Miarso memposisikan strategi sebagai pendekatan keseluruhan (overall approach) dan pedoman umum. Ini adalah panduan makro sebelum masuk ke detail-detail teknis pengajaran.
Tabel Sintesis: Benang Merah Definisi Strategi Pembelajaran
| Aspek Utama / Penekanan | Ahli yang Menekankan (Contoh) |
|---|---|
| Perencanaan & Desain Sistematis | Wina Sanjaya, Dick and Carey, Gulo, J. R. David |
| Rangkaian Kegiatan & Prosedur | Kemp, Gerlach and Ely, Suparman |
| Berorientasi pada Tujuan | Semua ahli, namun secara eksplisit oleh Sanjaya, Merrill, David. |
| Pola Interaksi Guru & Siswa | Wina Sanjaya, Syaiful Bahri Djamarah & Zain, Abin S. Makmun |
| Pemilihan Metode, Media, & Sumber Daya | Kemp, Suparman, Gulo, Rowntree, Toeti Soekamto |
| Kerangka Acuan & Pendekatan Umum | Rowntree, Yusufhadi Miarso, Toeti Soekamto |
| Pemberian Pengalaman Belajar | Gerlach and Ely, Kozma |
Tabel ini menunjukkan bahwa meskipun diungkapkan dengan kalimat yang berbeda, inti dari konsep strategi pembelajaran selalu berkisar pada perencanaan sadar dan sistematis untuk mencapai tujuan melalui serangkaian kegiatan yang terorganisir.
Perbedaan Mendasar: Strategi, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran
Mari kita gunakan analogi seorang Koki Profesional untuk menjelaskannya:
1. Pendekatan (Approach)
Ini adalah level yang paling filosofis dan abstrak.
- Definisi: Sudut pandang atau filosofi dasar tentang hakikat belajar dan mengajar. Contoh: Pendekatan Teacher-Centered (berpusat pada guru) vs. Student-Centered (berpusat pada siswa).
- Analogi Koki: Filosofi memasaknya. Apakah ia penganut Farm-to-Table (semua bahan segar dari kebun), Masakan Molekuler (menggunakan sains), atau Masakan Tradisional (mengikuti resep leluhur)?
2. Strategi (Strategy)
Ini adalah perencanaan tingkat tinggi untuk mencapai tujuan pembelajaran, yang diturunkan dari pendekatan.
- Definisi: Rencana umum atau "blueprint" untuk mencapai tujuan pembelajaran. Contoh: Jika pendekatannya Student-Centered, strateginya bisa berupa Problem-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) atau Inquiry Learning.
- Analogi Koki: Resep utama yang dipilih. Berdasarkan filosofi Masakan Tradisional, ia memilih strategi "Memasak Rendang". Ini adalah rencana besarnya.
3. Metode (Method)
Ini adalah cara atau prosedur yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi.
- Definisi: Langkah-langkah sistematis untuk menjalankan strategi. Contoh: Dalam strategi Problem-Based Learning, metodenya bisa meliputi Metode Diskusi Kelompok, Metode Presentasi, dan Metode Eksperimen.
- Analogi Koki: Langkah-langkah spesifik dalam resep "Memasak Rendang". Metodenya adalah: (1) Menumis bumbu halus, (2) Memasukkan santan, (3) Mengungkep daging hingga empuk.
4. Teknik (Technique)
Ini adalah cara spesifik dan unik seseorang dalam melakukan sebuah metode.
- Definisi: Keahlian atau "trik" spesifik yang digunakan guru saat menerapkan metode. Contoh: Dalam Metode Diskusi Kelompok, seorang guru mungkin punya teknik khusus untuk memancing siswa yang pasif agar mau berbicara.
- Analogi Koki: Keahlian personal si koki saat memasak. Tekniknya bisa berupa cara mengulek bumbu yang unik agar aroma keluar maksimal, atau teknik mengaduk santan agar tidak pecah.
5. Taktik (Tactic)
Ini adalah gaya personal seseorang saat melakukan teknik. Sifatnya lebih spontan dan situasional.
- Definisi: Gaya individual guru dalam menghadapi situasi kelas yang unik secara real-time. Contoh: Saat diskusi buntu, guru secara taktis melontarkan pertanyaan provokatif untuk menghidupkan kembali suasana.
- Analogi Koki: Tindakan spontan saat memasak. Ketika api kompor ternyata terlalu besar, taktiknya adalah segera mengecilkan api dan menambahkan sedikit air agar bumbu tidak gosong.
Secara hierarkis: Pendekatan → Strategi → Metode → Teknik → Taktik.
Macam-Macam Strategi Pembelajaran Populer
Berikut adalah beberapa contoh strategi pembelajaran yang populer digunakan di dunia pendidikan, masing-masing dengan pendekatan dan tujuannya sendiri.
- Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)
Sebuah strategi yang berpusat pada guru (teacher-centered) di mana guru menyampaikan informasi secara langsung kepada siswa. Sangat efektif untuk mengajarkan konsep dan keterampilan dasar. - Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (Indirect Instruction)
Strategi yang berpusat pada siswa (student-centered) di mana peran guru adalah sebagai fasilitator. Siswa didorong untuk mengobservasi, menyelidiki, dan menarik kesimpulan sendiri. - Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning - PBL)
Siswa dihadapkan pada sebuah masalah dunia nyata yang kompleks dan tidak terstruktur, kemudian mereka bekerja dalam kelompok untuk mencari solusi. - Strategi Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
Siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen untuk mencapai tujuan belajar bersama. Ada penekanan kuat pada akuntabilitas individu dan kelompok. - Strategi Pembelajaran Inquiry
Sebuah strategi yang mendorong siswa untuk bertanya, melakukan investigasi, dan menemukan jawaban sendiri. Ini adalah proses untuk "belajar bagaimana cara belajar". - Strategi Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning - CTL)
Strategi yang mengaitkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. - Strategi Pembelajaran Afektif
Strategi yang dirancang khusus untuk membentuk sikap, nilai, moral, dan emosi siswa. Tujuannya bukan hanya kognitif, tetapi juga pembentukan karakter.
Untuk pembahasan lebih dalam tentang berbagai model dan strategi, Anda bisa membaca artikel kami tentang [Macam-Macam Model Pembelajaran yang Efektif].
FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa tujuan utama dari strategi pembelajaran?
Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif (tujuan tercapai), efisien (menggunakan sumber daya secara optimal), dan menarik (meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa) sehingga hasil belajar yang maksimal dapat diraih.
Apa saja komponen yang membentuk sebuah strategi pembelajaran?
Secara umum, komponennya meliputi: (1) Tujuan Instruksional yang jelas, (2) Rangkaian Kegiatan (pendahuluan, inti, penutup), (3) Metode yang akan digunakan, (4) Media dan Sumber Belajar yang relevan, dan (5) Sistem Evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan.
Bagaimana cara memilih strategi pembelajaran yang tepat?
Pemilihan strategi yang tepat harus mempertimbangkan setidaknya empat faktor: (1) Tujuan Pembelajaran (Apa yang ingin dicapai?), (2) Karakteristik Materi Pelajaran (Apakah konseptual, prosedural, atau faktual?), (3) Karakteristik Peserta Didik (Usia, gaya belajar, pengetahuan awal), dan (4) Konteks & Sumber Daya (Waktu yang tersedia, fasilitas, jumlah siswa).
Siapa yang pertama kali mempopulerkan istilah strategi pembelajaran?
Istilah "strategi" diadopsi dari dunia militer ke dalam pendidikan sekitar pertengahan abad ke-20. Tokoh-tokoh seperti Jerome Bruner dan Robert Gagné adalah beberapa pionir yang mulai memikirkan pengajaran sebagai sebuah proses yang bisa dirancang secara strategis untuk mengoptimalkan hasil belajar.
Kesimpulan
Memahami pengertian strategi pembelajaran menurut para ahli membawa kita pada satu kesimpulan fundamental: mengajar adalah sebuah ilmu sekaligus seni yang membutuhkan perencanaan matang. Ini bukanlah serangkaian tindakan acak, melainkan sebuah desain yang disengaja dan sistematis untuk memfasilitasi proses belajar.
Dari Sanjaya yang menekankan aspek perencanaan, Kemp yang merinci komponennya, hingga Rowntree yang melihatnya sebagai kerangka acuan, kita dapat melihat bahwa strategi adalah "peta" yang memandu perjalanan edukatif antara guru dan siswa. Kemampuan untuk membedakannya dari pendekatan, metode, dan teknik memberikan kejelasan bagi pendidik untuk membuat keputusan instruksional yang lebih tepat.
Pada akhirnya, tidak ada satu strategi super yang cocok untuk semua situasi. Pendidik yang hebat adalah seorang "arsitek pembelajaran" yang mampu menganalisis konteks, memahami siswanya, dan kemudian memilih atau bahkan mengkombinasikan berbagai strategi untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan berdampak.
Bagaimana menurut Anda? Apakah ada definisi dari ahli lain yang Anda anggap penting? Mari berdiskusi di kolom komentar di bawah!
Daftar Pustaka
- Djamarah, S. B., & Zain, A. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
- Sanjaya, W. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
- Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2015). The Systematic Design of Instruction (8th ed.). Pearson.
- Uno, H. B. (2007). Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.
- Gerlach, V. S., & Ely, D. P. (1980). Teaching and Media: A Systematic Approach. Prentice-Hall.



Posting Komentar untuk "17 Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Para Ahli (Terlengkap 2024)"