Mengupas Tuntas Sopan Santun dalam Islam: Fondasi Akhlak Mulia Seorang Muslim
1. Pendahuluan: Sopan Santun Adalah Cerminan Iman
Dalam hiruk pikuk kehidupan modern, sopan santun seringkali dianggap sekadar aturan sosial atau tata krama formalitas. Namun, dalam pandangan Islam, ia memiliki kedudukan yang jauh lebih agung. Sopan santun bukanlah polesan luar, melainkan cerminan sejati dari kedalaman iman dan keindahan akhlak seseorang. Ia adalah buah dari jiwa yang terdidik oleh wahyu, yang termanifestasi dalam setiap ucapan, perbuatan, dan gerak-gerik seorang Muslim.
Sesungguhnya, risalah agung yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW berpusat pada penyempurnaan perilaku manusia. Beliau bersabda dalam sebuah hadits yang menjadi pilar pendidikan karakter dalam Islam, "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak." (HR. Al-Baihaqi). Hadits ini menegaskan bahwa tujuan utama ajaran Islam adalah membentuk manusia yang tidak hanya taat dalam ibadah ritual, tetapi juga luhur dalam interaksi sosialnya.
2. Membedah Makna: Apa Itu Sopan Santun, Adab, dan Akhlak?
Untuk memahami konsep ini secara utuh, kita perlu membedah beberapa istilah kunci yang saling berkaitan erat.
Definisi Sopan Santun
Secara etimologi dalam Bahasa Indonesia, "sopan" berarti hormat, takzim, dan beradab, sementara "santun" berarti halus dan baik budi bahasanya. Gabungan keduanya merujuk pada perilaku yang tertib, halus, dan penuh rasa hormat kepada orang lain.
Koneksi dengan Adab dan Akhlak
Dalam khazanah Islam, konsep sopan santun sangat identik dengan istilah Adab. Namun, penting untuk membedakannya dengan Akhlak.
- Akhlak: Merupakan sifat atau watak yang tertanam kokoh di dalam jiwa. Ia adalah kondisi batiniah yang menjadi sumber dari segala perbuatan, baik yang terpuji (akhlak mahmudah) maupun yang tercela (akhlak mazmumah), yang muncul secara spontan tanpa memerlukan banyak pertimbangan. Akhlak adalah pohonnya.
- Sopan Santun (Adab): Merupakan manifestasi, implementasi, atau buah dari Akhlak yang baik. Adab adalah perilaku lahiriah yang indah, mencakup tutur kata yang baik, perbuatan yang terpuji, dan tata krama yang sesuai dengan tuntunan syariat. Jika akhlak adalah pohonnya, maka Adab adalah buahnya yang manis dan bunganya yang indah.
Dengan kata lain, seorang yang memiliki Akhlak yang mulia di dalam hatinya, secara otomatis akan memancarkan Adab dan sopan santun dalam kehidupannya sehari-hari.
3. Landasan Utama: Dalil Sopan Santun dalam Al-Quran dan Hadits
Dalil dari Al-Quran
- Perintah Berkata Baik kepada Sesama Manusia
Allah SWT berfirman:
"...dan janganlah kamu menyembah selain Allah, berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia..."
(QS. Al-Baqarah: 83)Ayat ini secara jelas memerintahkan kita untuk menggunakan tutur kata yang baik (qaulan hasana) kepada seluruh manusia, tanpa memandang latar belakang mereka.
- Adab Berbicara dan Berbakti kepada Orang Tua
Secara khusus, Allah menekankan pentingnya adab tertinggi kepada orang tua:
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."
(QS. Al-Isra': 23)Larangan berkata 'ah' menunjukkan betapa Islam sangat menjunjung tinggi adab kepada orang tua, bahkan untuk keluhan terkecil sekalipun.
- Larangan Saling Menghina dan Mencela
Menjaga lisan dari ucapan yang menyakitkan adalah inti sopan santun.
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)... dan janganlah saling mencela dan jangan saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk."
(QS. Al-Hujurat: 11) - Anjuran Membalas Keburukan dengan Kebaikan
Puncak dari kesantunan adalah mampu membalas perlakuan buruk dengan kebaikan.
"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan di antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia."
(QS. Fushshilat: 34)
Teladan dari Hadits Nabi Muhammad SAW
- Hadits tentang Misi Utama Kenabian
Seperti disebutkan di awal, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak."
(HR. Al-Baihaqi) - Hadits tentang "Berkata Baik atau Diam"
Ini adalah kaidah emas dalam berinteraksi sosial yang diajarkan oleh Nabi:
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam."
(HR. Bukhari & Muslim)Hadits ini menunjukkan bahwa menjaga lisan dari perkataan sia-sia atau menyakitkan adalah bagian dari kesempurnaan iman.
- Hadits tentang Muslim Terbaik
Ukuran kebaikan seorang Muslim di sisi Allah sangat erat kaitannya dengan akhlaknya.
"Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya."
(HR. Tirmidzi)
4. Penerapan Praktis: Wujud Sopan Santun dalam Kehidupan Sehari-hari
- Adab kepada Allah SWT:
- Ikhlas dalam setiap ibadah, hanya mengharap ridha-Nya.
- Ridha dan sabar atas segala takdir dan ketetapan-Nya.
- Selalu berbaik sangka (husnudzon) kepada Allah.
- Adab kepada Orang Tua:
- Merendahkan suara dan tidak memotong pembicaraan mereka.
- Menaati perintah mereka selama tidak bertentangan dengan syariat.
- Mendoakan mereka baik saat masih hidup maupun setelah wafat.
- Adab dalam Bertetangga:
- Tidak mengganggu ketenangan mereka dengan suara bising.
- Menjaga privasi dan tidak mencari-cari kesalahan mereka.
- Saling berbagi makanan dan menolong saat mereka kesusahan.
- Adab Saat Bertamu dan Menerima Tamu:
- Mengucapkan salam dan meminta izin sebelum masuk.
- Tidak memandang ke seluruh penjuru rumah tuan rumah.
- Memuliakan tamu yang datang dengan jamuan terbaik yang dimiliki.
- Adab di Tempat Umum (Majelis, Sekolah, Jalan):
- Menjaga pandangan (ghadul bashar).
- Memberi ruang bagi orang lain dan tidak membuat gaduh.
- Menyingkirkan duri atau halangan dari jalan.
(Poin Pembeda) Adab di Era Digital
Di zaman teknologi, ruang lingkup adab meluas ke dunia maya.
- Menjaga Lisan dan Tulisan: Ingatlah bahwa setiap komentar dan status yang ditulis di media sosial akan dicatat oleh malaikat. Gunakan kaidah "berkata baik atau diam" sebelum memposting sesuatu.
- Melakukan Tabayyun (Klarifikasi): Sebelum menyebarkan sebuah berita atau informasi, pastikan kebenarannya terlebih dahulu. Jangan mudah terprovokasi oleh judul yang sensasional.
- Menghindari Perdebatan Sia-sia: Hindari debat kusir dan komentar yang menyakitkan di kolom komentar. Jika ada perbedaan pendapat, sampaikan dengan argumen yang baik atau tinggalkan diskusi tersebut.
5. Buah Manis dari Sopan Santun: Manfaat Dunia dan Akhirat
Menjaga sopan santun dan Adab mulia akan mendatangkan kebaikan yang tak terhingga, baik di dunia maupun di akhirat.
Manfaat Duniawi
- Menciptakan Keharmonisan Sosial: Masyarakat yang warganya santun akan hidup dalam kedamaian dan saling menghargai.
- Dicintai Sesama Manusia: Orang yang baik tutur kata dan perilakunya secara alami akan disukai dan dihormati oleh lingkungan sekitarnya.
- Membangun Reputasi yang Baik: Sopan santun adalah kartu nama terbaik yang mencerminkan kualitas diri seseorang.
Manfaat Ukhrawi
- Mendatangkan Pahala yang Besar: Setiap ucapan baik dan perilaku santun bernilai sedekah di sisi Allah.
- Menjadi Pemberat Timbangan Amal: Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat selain akhlak yang baik." (HR. Tirmidzi).
- Merupakan Jalan Menuju Surga: Kedekatan seorang hamba dengan Rasulullah SAW di surga kelak ditentukan oleh kemuliaan akhlaknya.
6. Kesimpulan: Menjadikan Sopan Santun Sebagai Mahkota Diri
Dari pemaparan yang mendalam ini, jelaslah bahwa pengertian sopan santun dalam Islam jauh melampaui sekadar etiket sosial. Ia adalah manifestasi dari keimanan, buah dari Akhlak yang tertanam di dalam jiwa, dan perintah langsung dari Allah yang dilandasi oleh Al-Quran dan Hadits. Mulai dari adab kepada Sang Pencipta hingga adab di dunia digital, Islam telah memberikan panduan yang lengkap.
Mari kita bersama-sama berusaha untuk terus belajar dan mempraktikkan Adab mulia dalam setiap aspek kehidupan. Dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri teladan terbaik, kita dapat menghiasi diri kita dengan mahkota sopan santun, yang tidak hanya akan membawa keharmonisan di dunia, tetapi juga menjadi pemberat timbangan amal kita di akhirat kelak.



Posting Komentar untuk "Mengupas Tuntas Sopan Santun dalam Islam: Fondasi Akhlak Mulia Seorang Muslim"