20+ Pengertian Bahan Ajar Menurut Para Ahli (Super Lengkap)
Dalam dunia pendidikan, keberhasilan proses belajar mengajar sangat bergantung pada komponen-komponen yang mendukungnya. Salah satu komponen paling krusial adalah bahan ajar. Untuk dapat menyusun dan memanfaatkannya secara efektif, memahami pengertian bahan ajar menurut para ahli menjadi fondasi esensial bagi setiap pendidik.
Bahan ajar bukan sekadar buku teks, melainkan segala bentuk materi yang dirancang secara sistematis untuk membantu siswa mencapai kompetensi yang diharapkan. Artikel ini akan menjadi panduan terlengkap Anda, merangkum puluhan definisi dari pakar terkemuka, serta mengupas tuntas fungsi, jenis-jenis, dan karakteristik bahan ajar yang ideal untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna.
Pengertian Bahan Ajar Menurut Para Ahli: Sebuah Kompilasi Lengkap
Untuk mendapatkan pemahaman yang holistik, berikut adalah kompilasi definisi dan pengertian bahan ajar menurut para ahli, baik dari dalam negeri maupun internasional, yang telah kami rangkum secara cermat.
- Menurut National Center for Competency Based Training (NCCT)
Bahan ajar diartikan sebagai segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. - Menurut Depdiknas (2008)
Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. - Menurut Nasution
Bahan ajar adalah sesuatu yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk belajar oleh peserta didik, yang biasanya berupa buku-buku pelajaran yang berisi berbagai ilmu pengetahuan. - Menurut Andi Prastowo (2011)
Bahan ajar merupakan segala bahan (baik informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis, yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. - Menurut Daryanto (2013)
Bahan ajar adalah seperangkat materi/substansi pelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. - Menurut Widodo dan Jasmadi
Bahan ajar merupakan seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. - Menurut Ika Lestari (2013)
Bahan ajar adalah sebuah bahan atau materi pelajaran yang disusun secara lengkap dan sistematis berdasarkan prinsip-prinsip pembelajaran yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran. - Menurut Abdul Majid (2008)
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan tertulis maupun tidak tertulis yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. - Menurut Arief S. Sadiman (2009)
Bahan ajar adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. - Menurut Heinich, Molenda, dan Russell (1982)
Bahan ajar adalah segala sesuatu yang membawa informasi dan pesan dari sumber belajar kepada peserta didik. Konsep ini lebih menekankan pada media sebagai pembawa pesan. - Menurut Rowntree (1994)
Bahan ajar didefinisikan sebagai media apapun yang dapat digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran, mulai dari buku, kaset video, hingga program radio atau televisi. - Menurut Dick & Carey (1996)
Bahan ajar adalah seperangkat materi yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari oleh siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. - Menurut Kemp & Dayton (1985)
Bahan ajar adalah isi atau materi pelajaran yang disajikan dalam media pembelajaran, yang bertujuan untuk mencapai tujuan instruksional tertentu. - Menurut Panen (2001)
Bahan ajar merupakan bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sistematis, yang digunakan oleh guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. - Menurut Gerlach & Ely (1980)
Bahan ajar dipandang sebagai sumber belajar yang dirancang secara sistematis untuk keperluan pembelajaran, mencakup manusia, material, atau peristiwa. - Menurut Reiser & Gagne (1983)
Bahan ajar adalah berbagai jenis materi yang digunakan dalam event instruksional untuk mendukung proses belajar siswa. - Menurut Tian Belawati (2003)
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu proses instruksional, baik bahan yang didesain khusus untuk belajar maupun bahan yang tidak didesain khusus namun dapat dimanfaatkan untuk belajar. - Menurut Sungkono (2003)
Bahan ajar adalah materi atau pokok-pokok bahasan yang akan disampaikan kepada siswa pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung dan harus dikuasai oleh siswa pada akhir pembelajaran. - Menurut Purnomo (2011)
Bahan ajar adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik agar dapat memenuhi standar kompetensi yang sudah ditetapkan. - Menurut Soenarto (2007)
Bahan ajar adalah materi perkuliahan atau materi pelajaran yang disusun secara lengkap oleh seorang dosen atau guru yang mengampu sebuah mata kuliah atau mata pelajaran dan diberikan kepada mahasiswa atau siswa dengan tujuan agar proses perkuliahan atau pembelajaran dapat berjalan sesuai rencana.
Sintesis dan Kesimpulan dari Berbagai Definisi
Dari puluhan pengertian bahan ajar menurut para ahli di atas, dapat ditarik sebuah benang merah yang kuat. Secara esensial, bahan ajar adalah segala bentuk materi (pengetahuan, keterampilan, sikap), sarana, atau alat yang disusun secara sistematis dan sengaja dirancang untuk membantu guru dalam mengajar dan memfasilitasi siswa dalam belajar guna mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi yang telah ditetapkan.
Elemen kunci yang selalu muncul adalah "sistematis", "membantu proses belajar", dan "mencapai tujuan". Ini menegaskan bahwa bahan ajar bukanlah materi acak, melainkan sebuah produk rancangan instruksional yang terstruktur dan memiliki tujuan yang jelas.
Fungsi Bahan Ajar dalam Proses Pembelajaran
Memahami fungsinya akan memperjelas mengapa bahan ajar begitu vital. Fungsi bahan ajar dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu bagi guru dan bagi siswa.
Fungsi Bahan Ajar bagi Guru
- Sebagai Pedoman: Mengarahkan semua aktivitas guru dalam proses pembelajaran sekaligus menjadi substansi kompetensi yang harus diajarkan.
- Menghemat Waktu: Guru tidak perlu menulis atau mendikte materi secara berulang, sehingga waktu dapat dialokasikan untuk diskusi atau pendalaman.
- Membangun Suasana Belajar: Memungkinkan guru menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan tidak monoton.
- Standarisasi Materi: Memastikan setiap siswa atau kelas menerima materi inti yang sama sesuai dengan kurikulum.
- Sebagai Alat Evaluasi: Menjadi acuan dalam menyusun instrumen penilaian untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa.
Fungsi Bahan Ajar bagi Siswa
- Belajar Mandiri: Memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada kehadiran guru.
- Acuan Belajar: Menjadi panduan utama bagi siswa untuk mempelajari materi secara terstruktur dan sistematis.
- Menyesuaikan Kecepatan Belajar: Siswa dapat mempelajari materi sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing.
- Meningkatkan Motivasi: Bahan ajar yang dirancang dengan menarik (visual, interaktif) dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa.
- Mengulangi Pelajaran: Memudahkan siswa untuk mengulang kembali materi yang belum dipahami kapan pun dibutuhkan.
Jenis-Jenis Bahan Ajar yang Perlu Diketahui
Bahan ajar dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria. Klasifikasi yang paling umum adalah berdasarkan bentuk atau wujudnya.
Berdasarkan Bentuknya
- Bahan Ajar Cetak (Printed): Jenis yang paling tradisional dan umum digunakan.
- Contoh: Buku teks, modul, handout, Lembar Kerja Siswa (LKS), brosur, dan leaflet.
- Bahan Ajar Dengar (Audio): Mengandalkan indra pendengaran untuk menyampaikan pesan pembelajaran.
- Contoh: Podcast edukasi, siaran radio pendidikan, rekaman suara ceramah, piringan hitam.
- Bahan Ajar Pandang-Dengar (Audio-Visual): Menggabungkan unsur suara dan gambar (bergerak) untuk pengalaman belajar yang lebih kaya.
- Contoh: Video pembelajaran, film dokumenter, program televisi edukasi, animasi pembelajaran.
- Bahan Ajar Interaktif (Multimedia): Memungkinkan adanya interaksi aktif dari pengguna, tidak hanya melihat atau mendengar.
- Contoh: Software pembelajaran interaktif, e-learning module, aplikasi edukasi di ponsel, game edukasi, simulasi virtual.
5 Karakteristik Bahan Ajar yang Baik dan Efektif
Untuk dapat berfungsi secara maksimal, sebuah bahan ajar idealnya memenuhi beberapa karakteristik penting berikut ini.
1. Self Instructional
Artinya, bahan ajar mampu membuat siswa belajar secara mandiri. Materi di dalamnya disajikan dengan bahasa yang komunikatif, penjelasan yang runtut, serta dilengkapi dengan petunjuk belajar, contoh, latihan, dan umpan balik yang jelas.
2. Self Contained
Maksudnya adalah seluruh materi pelajaran dari satu unit kompetensi atau subkompetensi yang dipelajari terdapat di dalam satu kesatuan bahan ajar secara utuh. Ini membuat siswa tidak perlu mencari sumber lain untuk memahami materi inti.
3. Stand Alone
Bahan ajar yang dikembangkan tidak bergantung pada bahan ajar lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan bahan ajar lainnya. Siswa dapat mempelajarinya secara mandiri tanpa harus terikat dengan media lain.
4. Adaptive
Bahan ajar yang baik harus memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Isinya harus relevan, mutakhir, dan dapat mengakomodasi perubahan zaman.
5. User Friendly
Karakteristik ini menekankan pada kemudahan penggunaan. Bahan ajar harus ramah bagi pengguna, baik dari segi penyajian (tata letak, huruf, gambar) maupun dari segi kemudahan akses dan navigasi, terutama untuk bahan ajar digital.
Penutup
Memahami secara mendalam pengertian bahan ajar menurut para ahli beserta fungsi, jenis, dan karakteristiknya adalah langkah fundamental bagi para pendidik profesional. Ini bukan sekadar pemahaman teoretis, melainkan sebuah bekal praktis untuk merancang, memilih, dan memanfaatkan instrumen pembelajaran yang paling efektif.
Dengan bahan ajar yang tepat, proses transfer ilmu pengetahuan tidak hanya akan menjadi lebih efisien, tetapi juga lebih menarik dan bermakna. Pada akhirnya, ini akan berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pencapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan.



Posting Komentar untuk "20+ Pengertian Bahan Ajar Menurut Para Ahli (Super Lengkap)"