Pengertian Pertumbuhan Adalah: Ciri, Faktor, dan Bedanya dengan Perkembangan
Memahami konsep pertumbuhan adalah langkah fundamental dalam mempelajari biologi dan ilmu kehidupan. Secara sederhana, pengertian pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran yang meliputi volume, massa, dan tinggi pada makhluk hidup. Proses ini merupakan hasil dari pertambahan jumlah dan pembesaran sel-sel dalam tubuh. Dua sifat utama yang melekat pada pertumbuhan adalah sifatnya yang kuantitatif, artinya dapat diukur dengan angka, dan irreversible, yang berarti tidak dapat kembali ke bentuk semula.
Artikel ini akan mengupas tuntas seluk-beluk pertumbuhan, mulai dari definisi menurut para ahli untuk membangun kredibilitas, ciri-ciri utamanya, hingga perbedaannya yang paling mendasar dengan perkembangan. Selain itu, akan dibahas pula berbagai faktor yang memengaruhinya, baik dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal), serta contoh-contoh konkret pada berbagai makhluk hidup.
Pengertian Pertumbuhan Menurut Para Ahli
Untuk memperdalam pemahaman, berikut adalah definisi pertumbuhan menurut beberapa ahli di bidangnya:
- Soetjiningsih: Menurut Soetjiningsih, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan dalam besar, jumlah, ukuran, atau dimensi tingkat sel, organ, maupun individu. Perubahan ini dapat diukur dengan satuan berat seperti gram dan kilogram, serta satuan panjang seperti sentimeter dan meter.
- Darmawan: Darmawan mendefinisikan pertumbuhan sebagai proses bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler. Ini berarti terjadi penambahan ukuran fisik dan struktur tubuh, baik sebagian maupun keseluruhan, yang dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.
Ciri-Ciri Utama Pertumbuhan Makhluk Hidup
Proses pertumbuhan pada makhluk hidup dapat dikenali melalui beberapa ciri khas yang membedakannya dari proses biologis lainnya. Berikut adalah ciri-ciri utama pertumbuhan:
- Terjadi pertambahan ukuran, volume, dan massa: Ini adalah ciri paling jelas dari pertumbuhan, di mana tubuh makhluk hidup menjadi lebih besar dan lebih berat.
- Jumlah sel dalam tubuh bertambah banyak: Pertambahan ukuran ini terjadi karena adanya pembelahan sel (mitosis) yang menghasilkan sel-sel baru.
- Bersifat kuantitatif: Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan dalam angka. Sebagai contoh, tinggi badan seseorang dapat diukur dalam sentimeter (cm) dan berat badannya dalam kilogram (kg).
- Bersifat irreversible: Proses pertumbuhan bersifat permanen dan tidak dapat kembali ke kondisi semula. Seorang individu dewasa tidak akan bisa kembali menjadi seukuran bayi.
- Terbatas oleh usia: Pada manusia dan hewan, proses pertumbuhan akan berhenti pada usia tertentu setelah mencapai kedewasaan. Namun, pada tumbuhan, pertumbuhan dapat terus berlangsung seumur hidupnya, terutama di daerah meristematis.
Perbedaan Mendasar: Pertumbuhan vs. Perkembangan
| Aspek Pembeda | Pertumbuhan | Perkembangan |
|---|---|---|
| Sifat | Kuantitatif (dapat diukur dengan angka) | Kualitatif (tidak dapat diukur dengan angka, lebih ke pengamatan) |
| Fokus Perubahan | Perubahan fisik seperti ukuran, volume, dan massa | Pematangan fungsi organ menuju kedewasaan |
| Pengukuran | Dapat diukur dengan alat ukur (timbangan, meteran) | Sulit diukur secara kuantitatif, lebih bersifat pengamatan terhadap kemampuan dan fungsi |
| Sifat Perubahan | Irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula) | Dapat bersifat reversible pada beberapa aspek, namun umumnya progresif |
| Contoh | Bertambahnya tinggi dan berat badan | Bayi yang mulai bisa berjalan, berbicara, atau kemampuan reproduksi pada usia pubertas |
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan
Pertumbuhan makhluk hidup adalah proses kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam tubuh (internal) maupun dari lingkungan luar (eksternal).
A. Faktor Internal (Faktor dari Dalam)
Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam tubuh makhluk hidup itu sendiri.
- Gen (Hereditas): Gen adalah pembawa sifat yang diturunkan dari induk kepada keturunannya. Gen menentukan cetak biru dasar atau pola dasar pertumbuhan suatu organisme, termasuk potensi tinggi badan, warna rambut, dan ciri fisik lainnya.
- Hormon: Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh untuk mengendalikan berbagai fungsi, termasuk pertumbuhan. Pada tumbuhan, hormon seperti auksin berperan dalam pemanjangan sel. Pada manusia, hormon somatotropin atau hormon pertumbuhan sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan organ lainnya.
B. Faktor Eksternal (Faktor dari Luar)
Faktor eksternal berasal dari lingkungan di sekitar makhluk hidup.
- Nutrisi (Makanan dan Gizi): Makanan adalah sumber energi dan bahan baku utama untuk pembentukan sel-sel baru. Asupan nutrisi yang cukup dan seimbang sangat krusial untuk mencapai pertumbuhan yang optimal.
- Air dan Kelembaban: Air berfungsi sebagai pelarut zat-zat yang diperlukan tubuh dan sebagai medium berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam sel. Kelembaban juga memengaruhi laju penguapan (transpirasi) pada tumbuhan.
- Cahaya Matahari: Bagi tumbuhan, cahaya matahari adalah sumber energi utama untuk proses fotosintesis, yang menghasilkan makanan untuk pertumbuhannya.
- Suhu: Suhu lingkungan memengaruhi kerja enzim yang berperan dalam berbagai proses metabolisme tubuh. Setiap makhluk hidup memiliki rentang suhu optimal untuk pertumbuhannya.
Contoh Proses Pertumbuhan
- Pada Manusia: Proses pertumbuhan manusia dimulai sejak dalam kandungan hingga mencapai usia dewasa. Contohnya adalah pertambahan tinggi dan berat badan seorang bayi yang terus berlanjut hingga masa remaja.
- Pada Tumbuhan: Pertumbuhan pada tumbuhan dapat diamati dari proses perkecambahan biji yang kemudian tumbuh menjadi tanaman yang lengkap. Batangnya akan semakin tinggi, jumlah daunnya bertambah, dan akarnya semakin panjang dan rimbun.
- Pada Hewan: Seekor anak ayam yang baru menetas dari telur akan mengalami pertumbuhan menjadi ayam dewasa. Ukuran tubuhnya akan membesar, bulu-bulunya akan tumbuh sempurna, dan organ-organ tubuhnya akan mencapai ukuran maksimal.
Kesimpulan
Sebagai rangkuman, pertumbuhan adalah sebuah proses biologis yang fundamental, ditandai dengan pertambahan ukuran fisik yang bersifat kuantitatif dan irreversible. Proses ini terjadi karena adanya pertambahan jumlah dan ukuran sel. Penting untuk membedakannya dengan perkembangan, yang lebih mengacu pada proses pematangan fungsi organ dan bersifat kualitatif. Pertumbuhan dipengaruhi oleh sinergi antara faktor internal seperti gen dan hormon, serta faktor eksternal seperti nutrisi, air, cahaya, dan suhu.
Semoga penjelasan ini bermanfaat! Punya pertanyaan lain seputar pertumbuhan? Jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar!



Posting Komentar untuk "Pengertian Pertumbuhan Adalah: Ciri, Faktor, dan Bedanya dengan Perkembangan"